10 Contoh Recount Text Holiday dan Artinya Terbaru

10 Contoh Recount Text Holiday dan Artinya Terbaru

10 Contoh Recount Text Holiday dan Artinya Terbaru – Halo sobat Englishiana, untuk belajar memahami kembali recount text yang telah kita bahas pada artikel yang berjudul Recount Text -Full Materi & Contoh Terbaru 2016, alangkah baiknya sobat baca contoh teks recount yang lain di bawah ini Jika sobat masih bingung tentang bagaimana cara membuat recount text. Tema dari contoh recount text kali ini adalah contoh recount text about holiday.
10 Contoh Recount Text
10 Contoh Recount Text Holiday dan Artinya Terbaru 

Contoh Recount Text Holiday

A Trip to Tanjung Setia Beach

Last year, at the end of the year, my wife and I decided to spend our holiday at Tanjung Setia beach, which located around 234 kilometers from Bandarlampung. 

When we arrived at the beach, we were surprised to see the beautiful view of the beach.  After having a quick dip in the ocean, which was really cold and windy, we realized that there were not many people there. We thought that it happened because it was too windy there during that time but we finally realized that it was Christmas holiday so almost all of tourists who are used to spending time there went back to their country.

After spending few times swimming in the beach, we bought some hot chips at the takeaway store nearby, and we rode our bikes down the beach for a while, on the hard, damp part of the sand.   The next day we visited Labuan Jukung beach. There, we were amazed to see the high wave owned by this beach. Because it was so high that no body was brave enough to surf on it that time.

The third day there, we decided to go home when we finally made it back home, we were both totally exhausted because of the trip but we were so happy to travel such an amazing beach Lampung province has.

Analisa :
Orientation : Paragraf pertama, (Last year, at the end of the year, my wife and I …)
Events : Paragraf kedua dan ketiga.
Reorientation : Paragraf keempat (terakhir)

Perjalanan Liburan ke Pantai Tanjung Setiai

Tahun lalu, pada akhir tahun, saya dan istri saya memutuskan untuk menghabiskan liburan kami di pantai Tanjung Setia, yang terletak sekitar 234 kilometer dari Bandarlampung.

Ketika kami tiba di pantai, kami terkejut melihat pemandangan indah pantai tersebut. Setelah menceburkan diri sejenak di pantai, yang benar-benar dingin dan berangin pada waktu itu, kami menyadari bahwa tidak ada banyak orang di sana. Kami berpikir bahwa itu terjadi karena angina terlalu besar pada waktu itu tapi kami akhirnya menyadari bahwa hari itu adalah hari libur Natal sehingga hampir semua wisatawan yang terbiasa untuk menghabiskan waktu di sana kembali ke negara mereka.

Setelah menghabiskan beberapa waktu berenang di pantai, kami kemudian membeli beberapa keripik hangat(yang baru saja digoreng) di toko di dekat pantai itu, dan kami kemudian bersepeda di pantai untuk beberapa saat, di pasir yang basah itu. Keesokan harinya kami mengunjungi pantai Labuan Jukung. Di sana, kami terkagum-kagum melihat ombak tinggi yang dimiliki oleh pantai ini. Karena begitu tingginya sehingga tidak ada yang cukup berani untuk berselancar di atasnya saat itu.

Pada hari ketiga ada, kami memutuskan untuk pulang ketika kami akhirnya sampai kembali ke rumah, kami berdua benar-benar lelah karena perjalanan itu tapi kami sangat senang melakukan liburan di pantai yang menakjubkan yang dimiliki provinsi Lampung tersebut.

Visiting Way Kambas

Yesterday I and my family went to Way Kambas national park to see the elephants and rhinos conserved there. Way Kambas National Park is a national park which is used as elephant and rhino sanctuary located in Labuhan Ratu District, East Lampung, Lampung, Indonesia
.
When we got to there, we saw some elephant performances such as playing football, sitting, greeting the visitors, and other entertaining performances. Unfortunately, we could not see the Sumatran rhinoceros because visitors must have a special permit in advance to see them. Visitors or ordinary tourists cannot see the Sumatran rhino’s natural breeding. In the afternoon we saw some animals which were being fed.

When we returned home we were tired but we were happy because we had so much fun in Way Kambas.

Mengunjungi Way Kambas

Kemarin saya dan keluarga pergi ke taman nasional Way Kambas untuk melihat gajah dan badak yang dilestarikan di sana. Taman Nasional Way Kambas adalah taman nasional yang digunakan sebagai tempat perlindungan gajah dan badak yang terletak di Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Indonesia
.
Ketika kami sampai di sana, kami melihat beberapa pertunjukan gajah seperti gajah bermain sepak bola, gajah duduk, gajah menyapa pengunjung, dan pertunjukan menghibur lainnya. Sayangnya, kita tidak bisa melihat badak sumatera karena pengunjung harus memiliki izin khusus terlebih dahulu untuk melihat mereka. Pengunjung atau wisatawan biasa tidak bisa melihat penangkaran alami badak Sumatera ini. Di sore hari kami melihat beberapa hewan yang diberi makan.

Ketika kami kembali ke rumah kami merasa lelah tapi kami senang karena kami mendapat banyak kebahagiaa ketika kami di Way Kambas.

A Trip to Borobudur Temple

Three years ago, I and my classmates visited Borobudur Temple. We went to Borobudur temple by bus. We left our school at nine o’clock. It took us 24 hours to arrive there. I arrived there nine o’clock the next day. Along the road, we saw many vehicles, unique houses, prominent buildings, and some other tourists.

After we arrived at the Borobudur temple, one of my teachers went to buy tickets. After we waited him for a moment we entered into Borobudur temple area. Then we went up to the top of the temple. Borobudur temple was built at Budur Village, Magelang, Jawa Tengah by Syailendra Dynasty. Borobudur Temple is the biggest temple in the world. It has 504 statues and 1.400 reliefs.   From the top of the temple we can see such beautiful scenery. I and my friends went around the temple together. Finally, after having some visits, we should go to the hotel to stay and continue our study tour the next day.

We felt tired that day but we felt so happy to visit Borobudur temple which is well-known as one of the greatest legacies Indonesia has ever had. I hope the temple can be loved by all of the visitors and the government.

Perjalanan ke Candi Borobudur

Tiga tahun yang lalu, saya dan teman-teman sekelas saya mengunjungi Candi Borobudur. Kami pergi ke Candi Borobudur naik bus. Kami meninggalkan sekolah kami pada pukul sembilan. Kami butuh 24 jam untuk tiba di sana. Saya tiba di sana pukul Sembilan pada hari berikutnya. Sepanjang jalan, kami melihat banyak kendaraan, rumah unik, bangunan-bangunan penting, dan beberapa wisatawan lain.

Setelah kami tiba di Candi Borobudur, salah satu guru saya pergi untuk membeli tiket. Setelah kami menunggu dia sejenak kami masuk ke kawasan candi Borobudur. Kemudian kami naik ke puncak candi. Candi Borobudur dibangun di desa Budur, Magelang, Jawa Tengah oleh Dinasti Syailendra. Candi Borobudur adalah candi terbesar di dunia. Candi ini memiliki 504 patung dan 1.400 relief. Dari puncak candi kita bisa melihat pemandangan yang indah. Saya dan teman-teman berkeliling candi bersama. Akhirnya, setelah mengunjungi beberapa tempat, kita harus pergi ke hotel untuk menginap dan melanjutkan study tour kami hari berikutnya.

Kami merasa lelah hari itu tapi kami merasa sangat senang untuk mengunjungi Candi Borobudur yang terkenal sebagai salah satu warisan terbesar yang pernah dimiliki Indonesia. Saya berharap candi dapat dicintai oleh semua pengunjung dan juga pemerintah.

Contoh Recount Text
10 Contoh Recount Text Holiday 
Holiday in Lembah Pelangi Waterfall

Last holiday, I and my beloved wife, visited Lembah Pelangi Waterfall in Ngarip District, Tanggamus Regency, Lampung Province, Indonesia. It was the first time for me to visit such a wonderful waterfall.

To reach the waterfall location, we should go on foot after having around three hours trip riding a motorcycle from Bandarlampung, the capital city of Lampung. When we arrived there, I was amazed by the beautiful scenery of the waterfall. The air was so fresh at that time and I could not bear to jump into the water immediately. It is quite windy there and all I could see only green, green, and green. Hearing the sound of falling water while we were swimming made me feel peaceful and relaxing.

Finally, the day was getting dark and it was time for us to go home. It was such an unforgettable experience for me. I really enjoyed it.

Liburan di Air Terjun Lembah Pelangi

Pada hari libur yang lalu, saya dan istri saya tercinta, mengunjungi Air Terjun Lembah Pelangi di Kecamatan Ngarip, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Indonesia. Ini adalah pertama kalinya bagi saya mengunjungi air terjun yang indah seperti itu.

Untuk mencapai lokasi air terjun, kami harus berjalan kaki setelah sekitar tiga jam perjalanan mengendarai sepeda motor dari Bandarlampung, ibukota Lampung. Ketika kami tiba di sana, saya kagum dengan pemandangan indah air terjun tersebut. Udaranya begitu segar pada waktu itu dan saya tidak tahan untuk segera melompat ke dalam ai. Suasananya sangat berangin di sana dan semua yang saya bisa lihat hanyalah hijau , hijau , dan hijau. Mendengar suara air jatuh sembari berenang membuat saya merasa damai dan santai.

Akhirnya, hari semakin gelap dan sudah waktunya bagi kami untuk pulang. Itu adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi saya . Saya sangat menikmatinya.

My Vacation with My Beloved Persons

One day, my sister named Putri said to me that she really wanted to go to the beach. So I promised her that the next week we would go to Mutun beach in Lampung.

The next week, we prepared everything needed in the morning. We brought some foods and beverages, such as chocolate wafers, potato chips, water and orange juice. Before going to the beach, I ask our brother, Bayu, to join us. He agreed to join and we went there together with our parents. We went there by car. It took 3 hours to arrive there. Then, we bought tickets in the entrance gate. Before swimming, we changed our clothes first. We swam there for more than one hour. We felt so tired that we decided to eat the foods that we had brought. Next, three of us created a very big sand castle, while my parents were enjoying the beautiful scenery there. After that, we decided to go home because it was getting dark.

On the way home, we still felt hungry. So we stopped at a restaurant to have dinner. I ordered sruit, Lampungnese traditional food, while my brother, my sister, and my parents ordered fried rice. After finished eating, we paid our bills. Then, we went home. We arrived at home at 9 o’clock. We were tired but we were absolutely happy.

Liburan Saya Bersama Orang-orang Tercinta

Suatu hari, saudara kandung perempuan saya yang bernama Putri mengatakan kepada saya bahwa dia benar-benar ingin pergi ke pantai. Oleh karenanya, saya berjanji bahwa minggu depan setelahnya kita akan pergi ke Pantai Mutun di Lampung.

Minggu berikutnya, kami mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan pada pagi hari. Kami membawa beberapa makanan dan minuman, seperti wafer cokelat, keripik kentang, air dan jus jeruk. Sebelum pergi ke pantai, saya minta saudara laki-laki kami, Bayu, untuk bergabung dengan kami. Dia setuju untuk bergabung dan kami pergi ke sana bersama-sama dengan orang tua kami. Kami pergi ke sana naik mobil. Butuh waktu 3 jam untuk tiba di sana. Kemudian, kami membeli tiket di gerbang masuk. Sebelum berenang, kami  berganti pakaian terlebih dulu. Kami berenang di sana selama lebih dari satu jam. Kami merasa begitu lelah sehingga kami memutuskan untuk makan makanan yang kami bawa. Selanjutnya, kami bertiga membuat istana pasir yang sangat besar, sementara orang tua saya sedang menikmati pemandangan indah di sana. Setelah itu, kami memutuskan untuk pulang karena hari mulai gelap.

Dalam perjalanan pulang, kami masih merasa lapar. Jadi kami berhenti di sebuah restoran untuk makan malam. Saya memesan sruit, makanan tradisional masyarakat Lampung, sementara Bayu, Putri, dan orang tua saya memerintahkan nasi goreng. Setelah selesai makan, kami membayar tagihan kami. Kemudian, kami pulang. Kami tiba di rumah pada pukul 9 malam. Kami lelah tapi kami benar-benar senang.

My Busy Holiday

On February 8th, 2016, I thought this would be a great holiday for me because that was Chinese New Year holiday. I didn’t celebrate the Chinese New Year as I’m not Chinese but I guessed that it was a good time for me to get full refreshing. I was so tired to studying. However, the unpredictable fact broke everything up.

First like an ordinary daughter, I had to get up early morning to help my mother, of course after I prayed. Then I did the dishes, cleaned up my room, and did my bed. I was really in danger if my mom knew that my room was messy. So, I made it as soon as possible. After finishing everything, my aunts called me in the afternoon. I did not meet them for a long time so we kept for hours to talk about some up to date gossips. Not long after that, my neighbor who is also my schoolmate visited me. She asked my help to finish her homework. At last, the time was running and the homework was successfully finished. An unpredictable moment happened after that. To my surprised, I just remembered that I had a lot of homework too. I got confused and regretful why I did not check it. As the consequence, I did my homework until late night and it was hardly finished. Since then, I always check my home work before having a holiday.

I did not feel this was holiday instead of I had to work hard and got a long ship with my homework.

Liburan Saya yang Sibuk

Tanggal 8 Februari, 2016, saya pikir hari itu akan menjadi hari libur yang sangat menyenangkan bagi saya karena itu adalah hari libur tahun baru China (Imlek). Saya tidak merayakan Tahun Baru Imlek karena saya bukan orang Cina tapi saya berfikir bahwa itu adalah waktu yang tepat bagi saya untuk mendapatkan refreshing sepanjang hari. Aku sangat lelah untuk belajar. Namun, fakta yang tak terduga menghancurkan semuanya.

Pertama seperti layaknya seorang anak perempuan, saya harus bangun pagi untuk membantu ibu, tentu saja setelah saya sholat. Lalu saya mencuci piring, membersihkan kamar saya, dan merapikan tempat tidur. Aku benar-benar berada dalam bahaya jika ibu saya tahu bahwa kamar saya berantakan. Jadi, saya mengerjakannya sesegera mungkin. Setelah menyelesaikan segalanya, bibi saya memanggil saya di sore hari. Saya sudah lama tidak bertemu dengan mereka sehingga obrolan kita berlangsung berjam-jam membicarakan tentang beberapa gosip terkini. Tidak lama setelah itu, tetangga saya yang juga teman sekolah saya mengunjungi saya. Dia meminta bantuan saya untuk menyelesaikan PR-nya. Akhirnya, waktupun berlalu dan pekerjaan rumah berhasil kami selesaikan. Saat yang tak terduga terjadi setelah itu. Saya sangat terkejut ketika saya baru saja  ingat bahwa saya punya banyak pekerjaan rumah juga. Saya bingung dan menyesal mengapa saya tidak memeriksanya. Sebagai konsekuensinya, saya mengerjakan pekerjaan rumah saya sampai larut malam dan itu hampir tidak selesai. Sejak saat itu, saya selalu memeriksa pekerjaan rumah saya sebelum memiliki liburan.

Saya tidak merasa hari itu adalah liburan, karena saya justru harus bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan saya.

Untuk melihat bank soal bahasa Inggris, klik link berikut:  Kumpulan Soal Bahasa Inggris SMP, SMA, Dan SBMPTN Terbaru Beserta Pembahasannya

Contoh Recount Text

Nah bagaimana tentang contoh dan pembahasan recount text kali ini, Semoga bisa memudahkan sobat Englishiana semua yang sedang belajar recount text. Tapi Ini belum berakhir sobat Englishiana, karena pada halaman berikut kami berikan lebih banyak koleksi contoh recount text untuk sobat setia Englishiana semua. Silahkan kunjungi Recount Text(Biography), Biography Nadim Makarim Go Jek Founder, Jan Koum WhatsApp Founder





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar anda di sini...

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top